23 Sep 2012

Mengenal Windows, Unix, Dan Linux

Author: tria.purwanti10 | Filed under: Academic

Sistem Operasi merupakan  perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web. Beberapa contoh OS atau Operating System yaitu Windows, Unix, dan Linux. Berikut adalah perbandingan serta perbedaan  dari ketiga OS yang disebutkan tadi.

Windows adalah sebuah sistem operasi yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan Amerika yang bernama Microsoft. Windows berkembang dari dunia komputer mikro yang serba personal. Karena khusus untuk kebutuhan desktop, Windows sangat memfokuskan diri pada kesederhanaan penggunaan, pendekatan pada sisi end user dsb. Jika dilihat dari sisi HAKI, SO Windows dan kebanyakan program-program aplikasinya, kepemilikan lisensi (rata-rata berharga $200 USD) merupakan sarat mutlak untuk penggunannya. Windows tidak menyediakan banyak program setelah diinstal. Kalaupun ada mungkin hanya Internet Explorer, Media Player, Notepad, dan beberapa program kecil lainnya.Sekalipun Linux juga sebagai SO, setelah diinstal, akan ditemui banyak program dari hampir semua kategori program seperti Office Suite, Multimedia (Sound, Video, Graphics), Internet (Browser, Email, Chat, Downloader, Messenger, Torrent, News), 3D, Games, Utility, dll. Windows unggul untuk aplikasi Office-nya. Diakui bahwa Microsoft Office termasuk tool yang sangat enak untuk bekerja di PC seperti menyiapkan presentasi, tulisan, laporan, agenda dll. Linux unggul dalam aplikasi Webserver, proxy server, firewall, mail server, Samba dll.

Unix adalah sistem operasi yang digunakan sebagai sistem operasi baku pada berbagai jenis komputer, terutama komputer mini baik sebagai workstation atau server (sistem yang menyediakan pelayanan pada jaringan). Pada tahun 1974, Unix menjadi Operating System pertama yang ditulis dalam bahasa C dan sistem operasi yang sifatnya terbuka atau standard. Unix telah terstandardisasi oleh IEEE sebagai Portable Operating System Interface (POSIX). Karakteristik Unix yakni:
1.Multitasking – dapat menjalankan lebih dari satu jenis aplikasi pada saat yang bersamaan. 2.Multiuser – dapat digunakan oleh lebih dari satu user pada waktu yang bersamaan. 3.Line/Text Command Based – menyerupai DOS yang menggunakan perintah yang di’ketik’an sebagai sarana ‘memerintah’ komputer. Meskipun demikian telah dikembangkan aplikasi-aplikasi GUI yang dapat menggantikan perintah ‘ketik’ tersebut dengan menjalankan XWindows. Analog dengan DOS dan Win311, di mana Win311 belum dapat dikatakan sebagai sebuah Operating System.
4.Secure – memiliki tingkat keamanan yang cukup dibandingkan Operating System lainnya. Di mana setiap file, user dan group memiliki ’set’ ijin yang tersendiri, sehingga tidak memungkinkan seorang user untuk menghapus atau meng’edit’ tanpa memiliki ijin yang cukup. 5.Ready-for-Network ? karena sejarah pembuatannya memiliki tujuan sebagai sarana komunikasi antar komputer, maka Unix hingga saat ini masih unggul dalam hal Computer-Networking.

Linux adalah sebuah sistem operasi yang dikembangkan oleh Linus Benedict Torvalds dari Universitas Helsinki Finlandia sebagai proyek hobi. Linux berkembang dari dunia Unix dengan segala persoalan multi-tasking dan multi-usernya. Dengan kata lain, Linux dirancang dengan karakteristik server atau workstation high-end. Linux juga dikembangkan dengan kemampuan jaringan cukup tinggi dan sejak awal hidupnya sudah berusaha untuk berjalan pada berbagai arsitektur komputer, sehingga Linux tidak menjadikan kebutuhan desktop sebagai tujuan besar. Sementara Linux dan program-program aplikasinya dilain pihak berlisensi gratis dan justru mendorong para penggunanya untuk menyebarluaskan perangkat lunak tersebut. Pada aplikasi server umumnya X-Windows tidak lagi digunakan di Linux, oleh karena itu Linux biasanya lebih hemat resources (memory & harddisk) di bandingkan Windows. Sementara komunitas Linux juga berusaha keras untuk mengejar ketinggalannya dalam aplikasi Office-nya dengan mengembangkan StarOffice yang dimotori oleh Sun Microsystems agar dapat digunakan secara cuma-cuma di atas Linux.

7 Sep 2012

Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan

Author: tria.purwanti10 | Filed under: Academic

“Tanah merupakan awal dari sebuah kehidupan”

Ilmu Tanah merupakan ilmu yang mempelajari tentang aspek-aspek tanah dimana aspek-aspek tersebut meliputi seluruh proses yang terjadi di dalam tanah, unsur-unsur essensial yang terdapat didalam tanah dan pengaruhnya terhadap tanah, pembentukan, klasifikasi, pemetaan, berbagai karakteristik fisik, kimiawi, biologis, kesuburannya, sekaligus mengenai pemanfaatan dan pengelolaannya.

Tanah merupakan tubuh alam tempat hidup bagi tumbuhan dan binatang. Tanah memiliki jenis yang berbeda dimana setiap jenis tanah tersebut memiliki karakteristik masing-masing. Dengan mengetahui sifat dan karakteristik tanah tersebut maka kita dapat mengidentifikasi jenis dari tanah tersebut untuk selanjutnya dikembangkan atau diteliti lebih lanjut apakah tanah tersebut produktif atau sebaliknya. Selain itu, pengembangan selanjutnya adalah bagaimana pengelolaan yang baik pada tanah agar masalah-masalah seperti erosi, longsor, banjir, dan lain sebagainya sebagai akibat dari manajemen lahan yang kurang tepat tersebut dapat ditanggulangi.

Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan IPB dalam kaitannya dengan hal tersebut mengembangkan ilmu dan teknologi lahan dan lahan dilihat dari segi biofisik dan ruang yang meliputi pencirian, penggolongan, inventarisasi dan proses-proses yang terjadi serta perencanaan, pemanfaatan dan pengelolaan tanah dan lahan yang berkelanjutan. (sumber: http://faperta.ipb.ac.id/index.php/profil/departemen/ilmu-tanah-dan-sumberdaya-lahan/)

Departemen ITSL IPB dibagi menjadi beberapa bagian yaitu:
1. Pengembangan Sumberdaya Fisik Lahan
2. Kimia dan Kesuburan Tanah
3. Konservasi Tanah dan Air
4. Bioteknologi Tanah
5. Penginderaan Jauh dan Informasi Spasial
6. Perencanaan dan Pengembangan Wilayah

15 Sep 2010

Cerita Inspirasi

Author: tria.purwanti10 | Filed under: Academic

Cerita Inspirasi

Nama   : Tria Purwanti

NRP    : A14100073

Laskar : 30

Cerita ini berawal dari sebuah pertemuan indah yang telah diatur oleh Allah SWT. Sebuah persahabatan yang indah itu mungkin tidak akan pernah aku alami lagi.

Kami dipertemukan di sebuah ruangan yang bertuliskan XI IPA 3 pada sebuah papan yang terpasang tepatnya di atas pintu ruangan tersebut. Selama satu tahun kami selalu bersama. Mira Andriyani. Itulah nama sahabat kami. Nama yang sederhana itu memang sesuai dengan perwatakannya yang sederhana. Ia selalu pintar bergaul, selalu ceria, tak nampak mempunyai masalah apapun di wajahnya. Karena ia selalu terlihat ceria, dimanapun dan kapanpun, ia selalu membuat kami tertawa. Ia tak pernah mengeluh saat ia mengalami kesulitan. Bertanya adalah salah satu cara ia untuk mengatasi kesulitannnya itu tanpa ragu dan malu. Ia adalah seorang yang selalu kami andalkan. Misalnya,  pada saat praktikum Biologi, Ia membuat alat-alat untuk praktikum tersebut, walaupun kesulitan tapi ia terus berusaha untuk menyelesaikannya. Sebagai gantinya kami yang membuat rancangan kerja  untuk praktikum tersebut.

Akhirnya tanpa terasa waktu cepat berlalu. Kami dipertemukan kembali di kelas XII IPA 3. Persahabatan kami makin erat saja.Sampai-sampai kami tak menghiraukan batasan dalam sebuah guyonan-guyonan. Mira tak pernah marah jika ia sedang jadi bahan ejekan. Ia selalu membalas dengan senyuman. Berbeda denganku yang mudah tersinggung. Aku ingin seperti sahabatku itu. Sepertinya ia tak punya beban hidup. Terkadang aku berpikir, apakah hidupnya sempurna? Apakah ia tak pernah punya masalah? Jika benar aku ingin menjadi dirinya. Dan mungkin orang lain juga akan berpikiran sama denganku. Menjelang UAN, kami sangat sibuk. Banyak sekali sahabat-sahabatku yang jatuh sakit. Ada juga yang mengalami kcelakaan. Mira, ya, ia terjatuh dari sepeda motor. Untungnya tak ada luka yang berat. Setelah ia sembuh, ia kembali ceria. Tapi setelah kecelakaan itu, ia pernah berkata “aku hamper mati” katanya. Kami hanya menganggap itu sebuah guyonan, yang seperti biasa berakhir dengan gelak tawa.

H-7 menjelang UAN, diadakan Try Out untuk terakhir kalinya. Yang aku ingat hari itu adalah hari minggu. Setelah Try Out itu selesai, waktu itu kami memesan bungan mawar untuk acara istighosahyang akan dilaksanakan pada keesokan harinya, dimana bunga itu akan kami persembahkan kepada guru-guru kami. Hari itu, Mira, tak seperti biasanya ingin seger pulang ke rumahnya. Aku pun tak sempat melihat sosoknya hari itu. Malam harinya, aku yang kebetulan menginap di salah satu rumah sahabatku, mendengar suara HP yang bergetar. SMS yang masuk pukul 00:00, yang berisi : “Innalillahi wainnaillahi raji’un.. Telah berpulang teman kita Mira Andriyani, karena selama ini ia sakit, terakhir ia muntah darah.. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT”. Aku tersenyum malam itu, karena aku tak percaya, aku kira ini guyonan, tapi aku berpikir ulang jika ini guyonan, ini sangat tidak lucu. Perlahan tanganku mulai bergetar, aku membangunkan temanku yang masih tertidur pulas. Saat ia bangun, tak terasa air mataku jatuh perlahan. Aku tidak bisa berkata-kata, aku hanya bias menggerakan tanganku, menyodorkan HP milikku pada temanku itu. Lalu sesaat sesudah ia membaca pesan singkat itu, kami berpelukan, menangis bersama malam itu hingga pagi. Aku tidak bias tidur. Terus terbayang pemilik wajah ceria itu.

Keesokan harinya, kami beserta para guru melayat ke rumahnya. Pernahkah terbayang di benak kalian, sesosok tubuh yang telah terbungkus kain, yang tubuhnya telah kaku, sahabat yang selalu ceria itu, di depan mata telah tidur untuk selamanya? Lantunan ayat-ayat Al-Qur’an, air mata yang terus berjatuhan, menggema di rumah itu. Dan akhirnya sang sahabat telah terkubur dan ditaburi oleh bunga-bunga mawar yang ia beli sehari sebelumnya.

Akankah ketika aku pergi nanti, orang tua, sahabat, guru-guru, dan orang-orang yang mngenalku akan menangis untukku? Akankah aku dirindukan seperti dirinya? Akankah aku akan menemui sosoknya kembali?

Sosok inspirasiku yang tak pernah mengeluh, walaupun di dalam tubuhnya ada penyakit yang menggerogoti tubuhnya, ia tak pernah menceritakan semua itu pada orang-orang yang ia kasihi karena ia tak ingin siapapun merasa sedih melihat kondisinya termasuk orang tuanya sendiri. Apakah “ceria” adalah caranya untuk membahagiakan orang lain padahal dirinya sendiri menderita? Apakah aku bisa seperti sosoknya yang selalu membahagiakan orang lain?

“Kami, sahabat-sahabatmu, senantiasa mendo’akan dan merindukanmu sahabat”

19 Jul 2010

Pelatihan IT TPB

Author: tria.purwanti10 | Filed under: Academic

tanggal 20.o7.2010

@cyber Padi, FKH

bit torrents lotus karls mortgage calculator mortgage calculator uk Original premium news theme